Aku ingin seperti Valentino Rossi

Malam itu aku pergi ke rumah saudaraku bersama ibu dan kakakku. Kami sengaja pergi kesana untuk sekedar silaturahmi. Tapi sebelum berangkat aku telpon saudaraku dan memastikan mereka tidak pergi kemana-mana.
Tuut....... Tuut......... "Assalamu'alaikum" terdengar suara di sebrang.
"Wa'alaikum salam, lgi dimana Ma?" suaraku cepat.
"Lgi dirumah teh" jawabnya singkat.
"Alhamdulillah, sekarang teteh mau kerumah. Ya udah atuh, Assalamu'alaikum"
"iya teh, Wa'alaikum salam"
Tanpa menunggu lama, kami berangkat. Perjalanan kerumah saudaraku tidak terlalu jauh, jadi kami putuskan untuk berjalan kaki saja. Lagian suasananya masih ramai(maklumlah pasar jdi bnyk ojek) he..he....
Aku berjalan sendiri, sedangkan mamah berjalan bersama dengan kakakku. Saat pandangannku aku alihkan kedepan, aku melihat sosok laki-laki dan cara berjalannya begitu aneh seolah menutupi wajahnya sendiri. Kebetulan laki-laki itu berjalan berbeda arah, aku penasaran "dia kenapa?"(tanyaku dalam hati)
Ups...... ternyata dia bapa(kaget) dan aku pendam sendiri rasa tau itu. Aku sengaja tidak bilang sama mamah dan kakakku karena kalaulah dia tau ada bapa pasti akan membahasnya panjang lebar. Misalnya aja pasti mamah bilang "Bener2 gak punya hati, minimal nanya ma anak atou gimana" (heu...heu.....) dah kebayang deh klo dikasih tau ma mereka. Lgi males ngebahas bapa. (pikirku lgi)

Tok.... Tok...... Tok.......
"Assalamu'alaikum......!!!" aku mengambil komando. Hi.... Hi.... Hi...... ^^,
"Wa'alaikum salam" Salma keponakanku menjawab sahutanku.

Ckrek, ckrek (suara kunci saat hendak membuka pintu)

“Eh salma, gak pergi ngaji?” tanyaku.

“Udah pulang teh” sambil mencium tanganku (tanda menghormati dalam islam) .

“Ade mana?” tanyaku lgi.

“Ada didalam,” lgi2 jawabnya singkat.

Saat masuk kedalam, suasana rumah yg kurang nyaman(menurutku). Emh sepi, belum lgi lampu yg remang membuat suasana rumah jdi merinding. Kulihat anak kecil terduduk lemah di shofa empuk dan memperlihatkan gigi’nya yg rapi. (Wafik) Adiknya salma.

“Hei lgi ngapain?” tanyaku kepada bocah itu.

“He……” senyum. Anak kecil itu langsung menyodorkan tangan kanannya, dan berharap aku dapat meraih tangan kecil itu. Dia cium tanganku, mengikuti tingkah kakaknya. Alhamdulillah. Pikirku dalam hati. Tak lupa aku balas senyum anak kecil itu. O.I.A setiap kali aku bertemu dengan anak kecil ini, aku selalu ingat kata2 pertama yg selalu ia lontarkan setiap bertemu aku. Sebelum keduluan, aku lontarkan kata2 yg biasa ia lontarkan. “Eh wafik kemarin aku ke laut, ada ikan banyak banget. Terus aku main air sama kakak” Ledekku. Wafik hanya tertawa geli melihat tingkahku yg mungkin mirip dengan tingkahnya setiap dia menceritakan pengalamannya. Tidak banyak komentar, namun banyak tersenyum. Aku mendekati anak kecil berusia 5 tahun itu dan memeluknya. Kecil sekali tubuhnya, malah menurutku tubuhnya tambah kecil dibandingkan minggu lalu. Kasian. Sejak lahir dia memiliki penyakit jantung, dan sampai sekarang belum dinyatakan sembuh oleh dokter.

“Eh ada tamu” suara tanteu mengagetkan lamunanku.

“Tamu dari Hongkong, ha..ha..ha…. “ jawabku. Kami sudah biasa bercanda. Aku berdiri dan menghampiri tanteu hanya untuk bersalaman.

“Apa kabar teu? He…he…” lgi2 kata2 keluar dari mulutku begitu aja(bawel juga ni anak, he..he..he..)

“Alhamdulillah bae” tanteu menjawab sambil menggelitiki tubuhku.

Dari sana disambung oleh mamah dan kakakku bersalaman dan langsung ngobrol-ngobrol. Ngebahas segala hal deh, tpi aku gak terlalu fokus ikut dalam pembicaraan karena setahuku itu pembahasan membosankan banget. BT(oOw) Tapi rasa BT_ku jg terhapus karena tingkah laku salma dan wafik. Aku seneng banget liat mereka selalu akur. Eh iya Salma gadis pintar lho. Bukan hanya dalam pelajaran saja dia pintar, tpi dalam agama_pun menurutku dia pintar. Sungguh luar biasa menurutku gadis kecil kelas 5 sekolah dasar ini selalu memakai kerudung kemanapun ia pergi. Pernah aku tanyakan kepadanya alas an kenapa ia selalu memakai kerudung(iseng2 aja), jawabannya sangat singkat Perempuankan wajib menutup aurat. Subhanallah. Bangga rasanya apabila memiliki anak seperti itu.

Aku lupa, pantesan kaya ada yg kurang. “Teu, Om kemana? Lagi gk ada dirumah y?” Tanyaku menghentikan suasana.

“Om lgi nganterin jenazah, guru’ny meninggal” tanteu menjawab dengan memasang muka khawatir.

Untuk menjawabnya aku hanya memberikan isyarat bibir berbentuk bulat “O”

Tiba2 tbuh kecil (wafik) mendekatiku. Ayo berfikir bgus’nya ngebahas apa y ma anak2?(aduh apa y) emh…… Wafik dah blajar iqra (dasar-dasar huruf didalam al-Qur’an)? “Belum semuanya hafal, baru tau alif-ba-ta-tsa-jim-kha-kho” Suaranya terdengar cape. “Ih pinter” jawabku. Wafik mengganti topik pembicaraan kita.

“Eh aku suka nonton laptop si unyil”

“Aku juga, terus nonton bolang, terus koki cilik, terus……”

“Tukul” pembicaraanku dipotong. Dia senang sekali klo harus mempraktekan adegan tukul. Kami berdua mempraktekan ciri khas dari Tukul Arwana, ha…ha… Lucu. Ternyata Salma dari tadi melihat tingkah laku kami berdua. Salma ikut tersenyum saat kami mengikuti gaya artis idola kami. Saat kami tertawa, aku melihat wafik begitu cape. Ter-Ngah_Ngeh_Ngoh.Kecapean dia. Aduh gak boleh banyak bercanda kaya’nya soalnya wafik jdi kecapean tertawa. Aduh takut kenapa_napa……

Dari sana aku gk berani bercanda lgi.

“Eh… eh…. Suka main game motor lodles(maklum anak kecil, ngomongnya masih susah) gk?” anak kecil itu memberikan pertanyaan kepadaku.

“Enggk” aku cemberut Sambil menggelengkan kepala.

“Ah, klo aku tiap hari main game itu. Lame”

Aku tertawa geli mendengar suaranya yg cadel ^^,

“Kenapa main game itu terus? Gk bosen?” tanyaku balik.

“Enggk, enggk bosen soalnya aku pengen kaya Losi(mungkin maksudnya Valentino Rossi)” Aku tertawa lgi. Impiannya luar biasa. Dia sangat berharap suatu saat dia bisa seperti Rossi. Teruslah bermimpi keponakanku. Mudah2an kelak kamu besar, impianMu dapat tercapai. Amin

Lgi2 kupeluk dia. Kupegang tangannya, ya ALLOH kecil sekali tangannya. Kudengar napas’nya begitu terengah-engah dia bernapas. Sabar ya de. Mudah2 Allah menjawab keinginanmu menjadi Seperti Valentino Rossi. Amin


Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

0 Response to "Aku ingin seperti Valentino Rossi"